HOME
Home » sejarah » Perjalanan Sejarah Batik Madura

Perjalanan Sejarah Batik Madura

Posted at April 27th, 2014 | Categorised in sejarah

Batik madura telah mengalami perjalanan panjang. Sejarah batik Madura tidak dapat dipisahkan dari keberadaan kerajaan Pamekasan di masa lampau yang berjuluk kerajaan Pamelingan. Pusat pemerintahan berada di Keraton Mandilaras yang dipimpin oleh Panembahan Ronggosukowati.

Masyarakat Madura mulai mengenal kain batik sekitar abad ke-17. Diawali dengan terjadi peperangan antara Raden Azhar (Kiai Penghulu Bagandan) melawan Ke’ Lesap di Pamekasan Madura. Raden Azhar merupakan ulama penasihat spriritual Adipati Pamekasan yang bernama Raden Ismail (Adipati Arya Adikara IV).  Sedangkan Ke’ Lesap merupakan putera Madura keturunan Cakraningrat I.Ketika terjadi peperangan itulah tersiar kabar bahwa Raden Azhar memakai pakaian kebesaran kain batik. sebagai kaum bangsawan, Raden Azhar memakai pakaian kebesaran motif parang atau dalam bahasa Madura disebut motif leres. Dengan busana kebesaran tersebut Raden Azhar tampak gagah berwibawa.

Batik Madura Tradisional

Batik Tradisional Madura, Pamekasan

Adipati Wiraraja yang berkuasa di Sumenep, Madura dipandang sebagai tokoh penting yang sangat berjasa dalam mengenalkan batik ke Pulau garam tersebut. Tokoh ini sangat dikenal karena memiliki kedekatan dengan Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit. Wajarlah, jika Adipati Wiraraja termasuk yang mengagumi dan bangga memakai pakaian Batik khas madura.

Sejumlah referensi menyebutkan bahwa batik parang merupakan kain batik dengan tampilan gambar garis melintang simetris. Ketika memakai kain batik motif parang, Raden Azhar memiliki kharisma, tanpak gagah berwibawa. Sejak itulah, batik menjadi perbincangan di kalangan masyarakatMadura, terutama pembesar-pembesar di Pamekasan. Sejak itulah perbincangan mengenai kain batik menjadi daya tarik masyarakat untuk mengetahuinya.

Makam Ronggosukowati Pamekasan

Makam Ronggosukowati Pamekasan

Sejarah batik di pulau Madura banyak dipengaruhi motif batik Yogyakarta dan Solo. Adanya kesamaan motif kain batik Madura dan Jogjakarta karena ada hubungan darah antara raja Mataram dengan para pembesar di Madura. Kerajaan Bangkalan pada zaman raja Cakraningrat I adalah bawahan Kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung. Walau demikian, batik Madura memiliki kekhasan dalam hal warna yang kuat, cerah, dan berani. Sementara itu, sesuai dengan karakter masyarakat jogja, batik Yogyakarta memiliki kecenderungan warna lembut, kalem.

Sumber: Dewan Kesenian Pamekasan

Referensi pendukung: http://modelbajubatikid.com/sejarah-batik-madura/